rioastamal.net

Just things inside my head…

Archive for the ‘Tips & Trik’ Category

Tips: How to Change Geany Themes to Dark

Posted by rio On July - 1 - 2009

Sorry if there are any spelling or grammatical errors, I’m learning English… :)

In the last few years gedit(the GNOME default editor) has been my favorite since it comes with syntax highlighting. I’m a web developer so most of the time I write PHP, HTML, Javascript or CSS code. I think gedit is doing fantastic job since I do not need WYSIWYG editor. I spent hours for coding so I like dark theme called oblivion on gedit. But in recent time I’ve found that the missing feature of gedit is code folding.

The Alternatives

So I begin to search the alternative, my criteria are the editor should lightweight and easy to customize. And my choice goes to Geany. It has all gedit features plus code folding, that was I need :). But the default theme is white background :(. It makes my eyes quickly tired. I miss the gedit oblivion theme. Thanks to god someone has made that theme for geany. The theme name is Oblivion 2 made by Barry van Oudtshoorn.

But Barry’s oblivion seems little differs from original gedit theme. The selection text is red, yellow marker, and some white text for default. Those color is still high contras not too good if you want to stay for hours in front of your monitor. So, modified the theme to mimic as close as possible the gedit oblivion theme. I call it Oblivio LC, LC is stand for [L]ow [C]ontras.

Installing Oblivion LC Theme

Download Oblivion LC at here: http://rioastamal.net/files/oblivion-lc.tar.gz

After that, extract the content to directory ~/.config/geany/filedefs. Here the example how to do it via terminal. I assume you save the downloaded theme in /tmp directory.

  1. Open Terminal (Application » Accessories » Terminal)
  2. Go /tmp direcoty
    $ cd /tmp
  3. Extract the package to ~/.config/geany/filedefs directory
    $ tar -zxvf oblivion-lc.tar.gz -C ~/.config/geany/filedefs/
  4. Start your Geany and enjoy your new dark theme :)

Here’s my screenshot, I’ve configure my geany to optimize the screen. I love using shortcut instead of mouse :).

References

bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark

Tips: Running multiple instance of Firefox

Posted by rio On December - 16 - 2008

Sorry if there are any spelling or grammatical errors, I’m learning English… :)

I bet many of you didn’t know that you can run more than one instance of Firefox. Instance is different from just another Firefox’s window. It’s completely use different configuration file. So, your preferences like add-on, cookie, proxy setting, etc are different. Running another instance is just like running another browser instead of Firefox itself.

What’s the benefit of running multiple instance than only one instance? IMO there are two point of view that we can look at it. The first is from developer point of view, by running multiple instance web developer did not need to run another browser if only want to test the session log in. e.g the developer wants to be guest user and logged user at the same time. They just need to run another instance since every instance have different session or cookie.

The second is from end user point of view. Imagine that you have visited some “private” site and then your friend borrow your laptop for a moment. When your friend start typing in URL address bar in browser and oopss… he/she found some “interesting site” that you have visited(It’s not my experience :)). It can be avoided by clearing all history from that site but there is more smart way by using another Firefox profile.

So, how can we run multiple instance of Firefox? well basically when you run Firefox it was invoked by using this command:

$ firefox

But ever you notice that the are plenty of options that we can pass to Firefox. Just type in your terminal:

$ firefox -h

Regarding our topic, the option that we need to pass to Firefox so it will run another instance is:

$ firefox -no-remote -P

Firefox Profile Chooser

When command above invoked it will bring a “Profile Chooser” window. In normal situation when you never create a profile before, your profile name is “default”. So, let’s try to create another profile by clicking “Create Profile…” button and named “private” for the profile name. When you want browse some “interesting site” you can use that profile by using command below:

$ firefox -no-remote -P private

But remember, as you can see at picture above. There is an option “Don’t ask at startup”, every time you run Firefox your default profile now is “private”. So, we need to set back the profile to “default”. Just close the instance of running “private” profile and then run the following command:

$ firefox -no-remote -P default

bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark

Tips: Mengatasi Masalah Sound pada Ubuntu

Posted by rio On September - 7 - 2008

Masalah sound sering terjadi setelah melakukan instalasi ubuntu misalnya suara tidak keluar atau suara terlalu kecil. Hal ini lebih sering terjadi pada instalasi yang dilakukan di laptop. Seperti pengalaman saya pribadi melakukan instalasi ubuntu pada laptop Acer TravelMate 3270. Saat itu bahkan suara sound tidak keluar sama sekali. Hal yang sama terjadi pada temen-temen di kampus yang juga mengalami hal serupa.

Setelah saya cek tidak ada masalah dengan sound-card saya, sound card saya Intel HDA dengan chipset Realtek didetect oleh ubuntu. Setelah sedikit berpikir “Apakah mungkin volumenya atau PCM-nya belum diaktifkan?”. Saya coba lihat dengan menggunakan perintah pengaturan volume lewat terminal yaitu alsamixer. Dan ternyata memang benar Front dan PCM saya masih 0 Volumenya. Untuk membuka alsamixer klik menu Applications -> Accecories -> Terminal.

$ alsamixer

alsamixer

Naikkan volume bar untuk Master, PCM, dan Front hingga 100% menggunakan tombol panah atas, gunakan tombol panah kiri atau kanan untuk berpindah antar bar. Selain menggunakan alsamixer anda juga dapat menggunakan GUI yaitu dengan mengklik icon speaker yang ada sudut panel anda. Namun pastikan bahwa semua opsi Master, PCM, dan Front ada dengan mengklik menu edit Preferences.

Semoga membantu :).

bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark

Tips: Membuat Account Paypal Verified

Posted by rio On August - 7 - 2008

Pernah dengar paypal? saya rasa hampir semua dari anda yang menggunakan internet pernah mendengar kata yang satu ini, namun tidak semua dari anda paham apa itu paypal.

Paypal adalah metode pembayaran dan pentransferan uang menggunakan media internet.

Jadi dengan kata lain kita dapat melakukan pembayaran kepada siapa pun dan kapan pun menggunakan paypal asal partner kita juga mempunyai paypal. Anda dapat membuat account paypal secara gratis di paypal.com. Kalau gratis kok kita harus memverified account kita?

Pada paypal dikenal dua istilah status, Verified dan Unverified. Status verified menunjukkan bahwa keaslian alamat rumah kita telah dianggap telah dicek dan benar. Sedangkan unverified menjukkan bahwa alamat kita belum diverifikasi atau dicek. Dalam kondisi unverified ada beberapa limit yang masih “nyantol” di account kita seputar transfer.

Cara yang termudah untuk membuat account verified adalah dengan memasukkan data kartu kredit kita ke paypal. Nah itu dia masalahnya…, saya, mungkin sebagian besar dari anda juga tidak memiliki kartu kredit :(. Jadi account kita unverified terus dong? Tenang kita dapat mengakalinya dengan menggunakan VCC (Virtual Credit Card). Saat ini di Indonesia sudah banyak jasa penjual VCC untuk verified account paypal. Saya sendiri menggunakan jasa dari seorang yang saya kenal thread di kaskus.us yaitu mbak Dewi Palupi. Saya membeli dari mbak Dewi Rp75 rb, setelah itu tinggal konfirmasi lewat SMS atau YM dalam beberapa menit kita akan dapat sebuah VCC yang dapat kita gunakan untuk memverified account paypal. Coba cek di alamat websitenya sendiri di http://vccindonesia.wordpress.com/.

Jika anda bertanya, “Lalu apa bedanya dengan e-gold?” E-Gold tidak melakukan pengecekan terhadap alamat kita. Jadi kebanyakan orang di luar negeri sangat jarang yang menggunakan e-gold sekarang. Rata-rata metode pembayaran yang mereka gunakan adalah credit card dan paypal.

paypal verified

Jadi jika anda seorang pebisnis online atau seorang programmer yang ingin menjual produknya ke market luar, saya sangat menyarankan anda untuk memiliki account paypal. Saya pribadi, membuat account paypal agar bisnis online saya terlihat sedikit lebih “bonafid” dan project-project open source saya nantinya dananya dapat disalurkan lewat “Donate via Paypal” :).

Semoga membantu…

bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark

Tips: Menghilangkan Iklan pada Website

Posted by rio On July - 7 - 2008

Teknik pada artikel ini juga dapat diimplementasikan dengan menginstall DNS Server pada komputer anda.

Pernahkah anda mengunjungi suatu situs yang disitu banyak sekali dijejali iklan sana-sini(misal adsense, dsb)? Saya yakin anda pasti pernah mengalaminnya. Jika memang anda tidak terganggu dengan adanya iklan tersebut silahkan tutup halaman ini, namun bagi anda yang merasa terganggu saya “sarankan” untuk melanjutkan membaca ;)

Alasan lain dan sebenarnya merupakan alasan utama saya menggunakan teknik ini adalah karena iklan-iklan tersebut memberatkan loading website. Jadi saya harus lebih bersabar menunggu konten dan menyimak iklan :( . Hal ini tidak masalah jika koneksi saya broadband dan bandwidth unlimited, sedangkan koneksi yang saya gunakan untuk berinternet ria hanya menggunakan HP CDMA yang kadang-kadang lemot :(

Mohon maaf pada advertiser jika artikel ini merugikan anda, ya semoga saja yang membaca cuman 1-2 orang ;)

Teknik pada artikel ini mengacu pada Sistem Operasi Windows dan GNU/Linux, mengingat dua sistem operasi tersebut yang “bersemayam” di laptop saya :)

CATATAN:
- Linux dalam artikel ini mengacu pada Ubuntu 7.04
- Windows dalam artikel ini mengacu pada Windows XP

Baiklah langsung saja kita mulai membuang iklan-iklan yang menganggu ini…

1. Alur Kerja

Pada dasarnya jika suatu situs memajang iklan dari pihak lain (sebut saja advertiser) seperti Google Adsense, AdBrite, dsb. Maka situs tersebut melakukan request ke server advertiser untuk ditampilkan dalam browser anda. Sebenarnya dalam proses ini situs yang anda kunjungi tidak melakukan hubungan langsung dengan server advertiser. Yang melakukan request ke server advertiser sebenarnya adalah komputer anda sendiri dalam hal ini dilakukan oleh browser anda. Untuk lebih jelasnya lihatlah ilustrasi gambar berikut:

alur kerja
Gambar 1

click for full-size
Gambar 2: salah satu “situs warta era digital” di Indonesia penuh dengan iklan :)

Seperti yang terlihat di gambar sebenarnya kita dapat mengabaikan proses 3 dan 4. Karena konten yang ingin kita tampilkan sudah selesai diload pada proses 1 dan 2. Pada proses 3 browser kita menghubungi server advertiser untuk meminta iklan, kemudian server advertiser memberikan iklan yang diminta oleh browser.

Permintaan yang dilakukan oleh browser tentu saja adalah HTTP request biasa. Oleh karena itu kita dapat “mengelabui” browser agar proses 3-4 tidak sampai terjadi. Caranya? tetap baca artikel ini ;)

2. Membuat domain sendiri

Setiap sistem operasi pasti memiliki alamat lokal (loopback address) untuk dirinya sendiri. Dimana dengan mengisi loopback ini dengan domain apapun maka secara otomatis domain yang anda masukkan akan dikenali sebagai komputer anda sendiri bukan sumber dari luar.

Nama domain yang umum untuk loopback address adalah localhost dan alamat IPv4 untuk localhost adalah 127.0.0.1. Yang akan kita lakukan berikutnya adalah menambahkan daftar domain untuk alamat IP 127.0.0.1. Dalam contoh nanti kita akan memasukkan tiga domain advertiser pada daftar “blacklists” kita.

Sebelum mengecek ke DNS Server, komputer kita akan akan mengecek dulu pada file (X:\Windows\system32\drivers\etc\hosts untuk Windows dan /etc/hosts untuk Linux). Jika domain yang coba dicari ada dalam daftar maka sistem tidak akan melanjutkan query ke DNS server. Jika sekenario tersebut kita implementasikan maka ilustrasi dari gambar 1 akan berubah seperti berikut:

skema loopback address

Gambar 3: loopback address

Tidak masalah jika aplikasi utama dan iklan terletak pada server yang sama. Asalkan domain yang digunakan berbeda contoh, example.com dengan ad.example.com

3. Nama domain advertiser

OK, saya mengerti, tapi bagaimana saya mencari nama domain dari server advertiser tersebut? mungkin itulah pertanyaan yang terlintas dipikiran anda. Dalam hal ini saya memiliki dua metode sederhana untuk mengetahui domain dari advertiser tersebut.

Metode yang pertama ini anda membutuhkan browser yang dapat menampilkan status loading dari website pada status-barnya (Firefox/IE memiliki hal ini) dan koneksi internet yang “cukup lambat” :). Mengapa? kalau koneksi internet anda sangat cepat anda tidak akan sempat melihat perubahan pada status bar browser anda. Untuk hal ini anda perlu metode yang ke-dua.

status-bar
Gambar 4: nama domain advertiser (google adsense)

Metode yang kedua sedikit lebih sulit karena anda harus melihat source code HTML situs tersebut. Hampir setiap browser pasti menyediakan menu untuk melihat source code website yang sedang ditampilkan. Setelah itu anda perlu melihat bagian yang menurut anda merupakan sebuah “panggilan” ke server advertiser.

google adsense
Gambar 5: javascript untuk publisher google adsense

Biasanya pihak advertiser akan memberikan sebuah kode berupa javascript untuk publisher iklan. Lalu publisher menempatkan javascript tersebut di websitenya.

4. Implementasi

Dalam contoh berikut kita akan melakukan blok terhadap beberapa iklan dari google adsense(pagead2.googlesyndication.com), Tribal (a.tribalfusion.com), dan media Fastclick (media.fastclick.com).

- Untuk Sistem Windows

1. Sebaiknya backup terlebih dahulu file untuk berjaga-jaga
2. Buka file X:\Windows\system32\drivers\etc\hosts menggunakan teks editor (misal notepad)
3. Edit file tersebut hingga kurang lebih seperti berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
# Copyright (c) 1993-1999 Microsoft Corp.
#
# This is a sample HOSTS file used by Microsoft TCP/IP for Windows.
#
# This file contains the mappings of IP addresses to host names. Each
# entry should be kept on an individual line. The IP address should
# be placed in the first column followed by the corresponding host name.
# The IP address and the host name should be separated by at least one
# space.
#
# Additionally, comments (such as these) may be inserted on individual
# lines or following the machine name denoted by a '#' symbol.
#
# For example:
#
#      102.54.94.97     rhino.acme.com          # source server
#       38.25.63.10     x.acme.com              # x client host</span>
 
127.0.0.1   localhost
127.0.0.1    pagead2.googlesyndication.com
127.0.0.1   a.tribalfusion.com
127.0.0.1    media.fastclick.net

4. Simpan file tersebut
5. Coba refresh browser anda apakah iklan-iklan tersebut sudah tidak muncul lagi
6. Untuk memastikan, bersihkan semua history dan cache browser anda.

- Untuk Sistem Linux

1. Backup terlebih dahulu file /etc/hosts
$ sudo cp /etc/hosts /etc/hosts.original
2. Edit file /etc/hosts
$ gksu gedit /etc/hosts
3. Tambahkan hosts pada IP 127.0.0.1 hingga kurang lebih seperti berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
127.0.0.1 localhost
127.0.0.1 pagead2.googlesyndication.com media.fastclick.net a.tribalfusion.com
 
# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

4. Simpan file tersebut
5. Coba refresh browser anda apakah iklan-iklan tersebut sudah tidak muncul lagi
6. Untuk memastikan, bersihkan semua history dan cache browser anda.

click for fullszie
Gambar 6: Sekarang “situs warta era digital” tanpa iklan dan sangat cepat :)

Catatan: Jika memang koneksi anda kencang dan memiliki bandwidth yang tinggi, sebaiknya tidak melakukan ini mengingat para pemilik situs juga cari makan lewat advertiser, tapi jika memang terasa terganggu dengan iklan, ya apa boleh buat :)

bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark bookmark